Peran Investor Bisa Cerahkan Potensi Pariwisata Waduk Sermo

Waduk Sermo belakangan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan seiring hadirnya spot-spot taman wisata di sekitarnya.

Hal ini tentu akan sangat menguntungkan apabila potensi yang ada bisa lebih dikembangkan secara optimal.

Satu di antara pengelola taman wisata di Waduk Sermo, Pujo, Kamis (21/9/2017) memperkirakan nasib industri wisata di waduk tersebut ke depannya akan semakin cerah.

Dengan adanya bandara baru, tentu saja diharapkan akan semakin ramai wisatawan yang datang berkunjung.

Selama ini, masyarakat pelaku wisata di Sermo juga telah berupaya mengembangkan berbagai wahana seperti taman bermain untuk mendukung kepariwisataan Waduk Sermo.

Wisatawan tidak hanya disuguhi wisata alam melainkan juga wisata pendidikan.

Pihaknya berharap, ada pengelolaan yang lebih bagus terhadap potensi-potensi wisata di waduk tersebut.

Pemerintah dimintanya untuk turut membantu promosi wisata sehingga ada investor yang tertarik menanamkan modal. Demikian juga akan semakin banyak wahana yang bisa dihadirkan.

“Belum ada gardu pandang di sana. Kalau ada pengembangan lebih lanjut kan potensinya bisa terkelola lebih baik dan pengunjung semakin banyak,” katanya.

Iklan

Tingkatkan Kebersamaan, Ratusan Rental Mobil dan Pelaku Pariwisata Gelar Acara Guyub Rukun

Guna mempererat ikatan antara pelaku usaha rental mobil dan pelaku pariwisata di Yogyakarta, forum kerukunan dan silaturahmi antar rental mobil dan pelaku wisata Yogyakarta menggelar sebuah gathering bernama Guyub Rukun di halaman parkir Sindu Kusuma Edupark Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

Nurdiyanto, selaku ketua panitia acara yang mengusung tema ‘Guyub dan Rukun Kita Kuat dan Bahagia, Dari Jogja, Oleh Jogja, Untuk Jogja’ ini mengatakan, bahwa kegiatan yang digelar pihaknya sudah memasuki kali kedua.

Menurutnya, sebelum digelarnya acara di halaman halaman parkir Sindu Kusuma Edupark Yogyakarta, pihaknya telah melakukan serentetan acara yang bersinggungan langsung dengan masyarakat DIY.

“Ini merupakan event tahunan yang biasa kita selenggarakan di bulan Februari. Jadi malam ini puncak acaranya, setelah sebelumnya kami mengadakan acara bakti sosial di Gunungkidul, bersih-bersih Malioboro sekaligus bagi-bagi nasi bungkus,” katanya saat ditemui di tempat acara.

Diungkapkan oleh pria yang kerap disapa Tigor oleh teman-temannya ini, bahwa event ini digelar untuk mempertemukan antara pelaku pariwisata Yogyakarta dengan pemilik usaha rental mobil.

Dimana keduanya memiliki sinergitas guna meningkatkan industri pariwisata di Yogyakarta.

“Tujuannya untuk bisa mengompakkan sesama pelaku pariwisata dan pemilik usaha rental mobil. Jadi kita ingin satu sama lain bukan menganggap sebagai kompetitor dan dengan kumpul gini kita bisa saling bertukar pikiran untuk memajukan industri pariwisata di Yogyakarta, serta berkontribusi bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Diungkapkannya pula, bahwa ada sekitar 350 pelaku usaha rental mobil dan pelaku pariwisata, ada pula 50 agen tour dan 50 outlet toko oleh-oleh yang turut menyemarakkan acara tersebut.

“Harapannya biar semua kompak, guyub dan selaras di segala hal, khususnya yang berkaitan dengan pariwisata di Yogyakarta. Di acara ini juga mempertemukan beberapa sisi, baik dari outlet dan tempat wisata agar saling bersinergi semua,” ujarnya.

Dikatakannya, selain gathering, tadi malam juga digelar acara pengajian dari Gus Miftah yang berasal dari Pondok Pesantren Oraji.

Selain itu juga akan ada hiburan musik orkes melayu.

Kemudian, pihaknya berencana untuk mendata semua rental mobil dan melegalkan masalah yang terkait pariwisata di Yogyakarta.

“Selama ini kam masih ada berkelompok-kelompok dan dengan acara ini diharap akan terbentuk suatu wadah untuk berkumpul guna meningkatkan kebersamaan dalam memajukan industri pariwisata di Indonesia,” pungkasnya.s

Polres Tana Toraja Temukan Ladang Ganja di Objek Wisata Lemo

Polres Tana Toraja menemukan ladang ganja di kawasan objek wisata Lemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Satuan Narkoba Polres menggerebek rumah pemilik ladang atas gunung itu, Jumat (17/3/2017) dini hari.

Kapolres Tana Toraja AKBP HY Arief Satriyo mengatakan, temuan ganja tersebut setelah personelnya mengintai jejak warga yang dicurigai pengguna.

“Pengamatan terhadap orang yang dicurigai sering mengkonsumsi narkoba jenis ganja,” kata Arief Satriyo kepada tribuntoraja.com.

Dua warga terduga pelaku diamankan.
Polres Tana Toraja menemukan ladang ganja di kawasan objek wisata Lemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (17/3/2017) dini hari.
Polres Tana Toraja menemukan ladang ganja di kawasan objek wisata Lemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (17/3/2017) dini hari. ()

Hasil interogasi, keduanya mengaku mengonsumsi ganja tanaman mereka.

“Tim  langsung naik ke gunung pada daerah Kelurahan Lemo dan menemukan satu batang pohon ganja yang ditanam dalam pot, terletak di atas gunung dekat objek wisata Lemo,” ujar Arief Satriyo.

Keduanya pun ditetapkan tersangka.

Mereka berinisial DH (18) dan YLS (26).

DH merupakan karyawan perusahaan Kredit Plus. Sedangkan YLS pengangguran.

Satnarkoba Polres kemudian pengembangan ke wilayah Lembang  Sapan Kuakua Paniki, Kecamtan Buntao, Toraja Utara.

Di daerah tersebut, polisi menemukan lagi 39 batang ganja yang ditanam depan rumah salah satu tersangka.

“Ditemukan pula bibit ganja dalam pot bekas pop mie sebanyak 15 buah,”  kata Arief.

Polres Tana Toraja masih mengembangkan kasus ini.